Keutamaan Bulan Suci Ramadhan

Oleh: Rijah Muhammad Majdidin S.Ag.

Bulan Ramadhan adalah bulan sucinya ummat islam, dimana umat muslim pada bulan ini dwaijbkan untuk melakukan puasa. Bulan ramadhan adalah bulan ke sembilan dalam tahun hijriyah. Kata ramadhan berasal dari sighat masdar lafad رمض  yang artinya pembakaran. Dinamakan dengan ini karena dalam bulan ramadhan ini umat muslim melakukan pembakaran dosa-dosanya dengan berpuasa dan amalan amalan sunah lainnya seperti sholat tarawih dan sholat witir. Bulan ramadhan adalah bulan yang sangat mulia dimana dalam bulan ini terdapat peristiwa penting yakni pertama kali diturunknannya al-qur’an dari baitul izzah kepada nabi muhammad saw dengan ayat yang pertama kali diturunkannya adalah surat al-alaq ayat 1-5. Hal ini dijelaskan oleh Alloh Swt dalam firman-Nya Surat Al Baqarah Ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya:  Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Dikutip dari kitab Dzurotun Nasihin Karya Syekh Usman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakiri Al-Khubawi ada beberapa hal yang merupakan keunggulan bulan ramadhan. Syekh Usman sendiri adalah seorang ulama abad 18 asal Konstantinopel (sekarang Kota Istanbul), Turki. Beliau wafat tahun 1224 H, tidak lama setelah mengarang kitab yang akan penulis bahas; Durratun Nasihin fi Al-Wa’dz wa Al-Irsyad (Mutiara Para Penasihat: Nasihat dan Petunjuk). Keunggulan tersebut diantaranya:

1. Bulan Diturunkannya Kitab-Kitab Suci

Dalam bulan suci ramadhan tidak hanya diturunkannya Al-Qu’an melainkan kitab suci lainya pun diturunkan dalam bulan yang sama.

وَعَنْ النَّبِيِّ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ: نُزِلَتْ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ أَوَّلَ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ، وَأُنْزِلَتِ التَّوْرَاةُ لِسِتٍّ مِنْ رَمَضَانَ، وَالإِنْجِيلُ لِثَلَاثِ عَشْرَةَ، وَالزَّبُورُ لِثَمَانِيَ عَشْرَةَ مِنْ رَمَضَانَ، وَالقُرْآنُ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِينَ.

Dari Nabi Muhammad Saw, mushaf nabi ibrahim diturunkan pada malam pertama dari bulan ramadhan, dan diturunkan kitab taurat dalam 16 ramadhan, diturunkan injil pada 13 ramadhan, dan zabur pada 18 ramadhan, dan diturunkan Al-Qur’an (dari Lauhil Mahfud ke Baitul izzah) pada tanggal 24 ramadhan bertepatan dengan lailatul qadr.

2. Doa dan Ampunan Melimpah

Dalam sebuah riwayat, disebutkan bahwa ketika hilal (bulan sabit) Ramadan muncul, 'Arasy, Kursi, para malaikat, dan semua makhluk di bawahnya menyeru: Beruntunglah umat Muhammad ﷺ atas kemuliaan yang telah Allah Ta'ala siapkan untuk mereka. Lalu, matahari, bulan, bintang-bintang, burung di udara, ikan di lautan, serta semua makhluk yang bernyawa di muka bumi—baik di siang maupun malam hari—memohonkan ampunan bagi mereka, kecuali setan-setan yang terlaknat. Ketika pagi tiba, Allah Ta'ala tidak membiarkan seorang pun dari mereka kecuali Dia mengampuninya. Allah Ta'ala pun berfirman kepada para malaikat: Jadikanlah salat dan tasbih kalian di bulan Ramadan sebagai doa untuk umat Muhammad ﷺ."

Dikisahkan bahwa ada seorang laki-laki bernama Muhammad yang tidak pernah melaksanakan salat. Namun, ketika bulan Ramadan tiba, ia menghiasi dirinya dengan pakaian terbaik, memakai wewangian, dan mulai mengerjakan salat serta mengganti salat yang pernah ia tinggalkan. Seseorang bertanya kepadanya, "Mengapa engkau melakukan hal ini?" Ia menjawab, "Ini adalah bulan tobat, rahmat, dan keberkahan. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku karena keutamaan bulan ini." Kemudian, ia meninggal dunia. Seseorang bermimpi melihatnya dan bertanya, "Apa yang Allah lakukan terhadapmu?" Ia menjawab, "Allah telah mengampuniku karena aku memuliakan bulan Ramadan."

3. Setan Dibelenggu, Pintu Neraka Ditutup, Pintu Surga Dibuka

Diriwayatkan dari Nabi Muhammad ﷺ bahwa beliau bersabda:Ketika malam pertama bulan Ramadan tiba, setan-setan dan jin yang durhaka dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan tidak ada satu pun yang terbuka, sedangkan pintu-pintu surga dibuka dan tidak ada satu pun yang tertutup. Kemudian, Allah Ta'ala berfirman setiap malam di bulan Ramadan sebanyak tiga kali: Adakah orang yang meminta, maka Aku akan mengabulkan permintaannya? Adakah orang yang bertobat, maka Aku akan menerima tobatnya?
Adakah orang yang memohon ampun, maka Aku akan mengampuninya?' Allah membebaskan seribu ribu (satu juta) jiwa dari neraka setiap hari di bulan Ramadan, padahal mereka telah ditetapkan untuk menerima azab. Pada hari Jumat, Allah membebaskan seribu ribu jiwa dari neraka di setiap jamnya. Kemudian, pada hari terakhir Ramadan, Allah membebaskan jumlah orang yang setara dengan semua yang telah dibebaskan sejak awal bulan.

Diriwayatkan dari Khafsh Al-Kabir bahwa ia berkata: Dawud Ath-Tha'i berkata, "Pada malam pertama bulan Ramadan, aku tertidur dan bermimpi melihat surga. Seolah-olah aku duduk di tepi sungai yang terbuat dari mutiara dan batu yakut. Kemudian, aku melihat bidadari surga yang wajahnya bersinar seperti matahari karena cahaya mereka. Aku pun mengucapkan, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah (Tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah). Mereka pun menjawab, La ilaha illallah Muhammad Rasulullah. Lalu mereka berkata, 'Kami adalah milik orang-orang yang memuji Allah, mereka yang berpuasa, rukuk, dan sujud dalam bulan Ramadan.' Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ bersabda,

الجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ إِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ: تَالِي ٱلقُرْآنِ، وَحَافِظِ ٱللِّسَانِ، وَمُطْعِمِ ٱلْجِيْعَانِ، وَٱلصَّائِمِينَ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ.

 Surga merindukan empat golongan: orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan kepada orang lapar, dan mereka yang berpuasa di bulan Ramadan."

Informasi

  • Kategori: Artikel Ilmiyah
  • Petugas: Admin
  • Tanggal Upload: 01 March 2025