IMTIHAN WATHONI 2025: UJIAN AKHIR SANTRI PONDOK PESANTREN MADARIJUL ULUM BANDAR LAMPUNG
Bandar Lampung, 28 Januari 2025 – Pondok Pesantren Salafiyah Tahfidzul Qur'an (PPSTQ) Madarijul Ulum Bandar Lampung sukses menyelenggarakan Imtihan Wathoni (IW) sebagai ujian akhir bagi para santri Pendidikan Diniyah Formal (PDF) jenjang Wustha dan Ulya. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, dimulai dari tanggal 28 Januari hingga 30 Januari 2025 untuk tingkat PDF Ulya, dan dilanjutkan pada 31 Januari hingga 2 Februari 2025 untuk tingkat PDF Wustha. Ujian ini merupakan bagian dari program evaluasi akademik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama guna mengukur pemahaman dan kompetensi para santri dalam berbagai bidang keilmuan.
Pada tahun ini, Imtihan Wathoni diikuti oleh total 72 peserta yang terdiri dari 44 santri jenjang PDF Wustha dan 28 santri jenjang PDF Ulya. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan ujian kali ini menerapkan sistem Computer-Based Test (CBT), di mana para peserta menggunakan smartphone masing-masing untuk mengerjakan soal ujian. Adapun mata pelajaran yang diujikan mencakup berbagai disiplin ilmu agama seperti Fiqih, Ushul Fiqh, Nahwu, Sharf, Tafsir, Hadis, dan mata pelajaran lainnya yang menjadi dasar pendidikan di pondok pesantren.
Pembukaan yang Dihadiri oleh Tokoh Penting
Kegiatan pembukaan Imtihan Wathoni ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, salah satunya Kepala Bidang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam (PAPKI) Provinsi Lampung, Drs. H. Karwito, M.M. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan inspiratif kepada para santri yang mengikuti ujian, menekankan pentingnya peran santri dalam membangun masa depan bangsa.
“Saya berharap kalian semua, para santri yang ada di depan saya saat ini, suatu saat akan berada di Senayan, berada di ibukota menjadi bagian dari pemerintah untuk mewakili suara rakyat, terutama dari kalangan santri dan pondok pesantren. Sukses selalu bagi santri, sukses selalu bagi pesantren, sukses selalu bagi kita semua,” ujar Drs. H. Karwito, M.M.
Selain itu, beliau juga menegaskan bahwa sistem pendidikan berbasis diniyah seperti yang diterapkan di Pondok Pesantren Madarijul Ulum memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda yang berakhlakul karimah dan memiliki pemahaman keislaman yang kuat.
Ujian sebagai Sarana Pengembangan Diri
Imtihan Wathoni bukan sekadar ujian akademik biasa, tetapi juga menjadi momen penting dalam perjalanan pendidikan para santri. Selain mengukur sejauh mana pemahaman mereka terhadap materi yang telah dipelajari, ujian ini juga melatih mental, disiplin, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Dengan sistem CBT yang diterapkan, para santri tidak hanya diuji dalam aspek kognitif, tetapi juga diajak untuk terbiasa dengan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman yang menuntut adaptasi terhadap teknologi dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan Islam.
Harapan dan Doa untuk Kesuksesan Santri
Pondok Pesantren Madarijul Ulum berharap seluruh santri yang mengikuti Imtihan Wathoni dapat meraih hasil yang terbaik. Para ustaz dan pengasuh pondok turut mendoakan agar ilmu yang telah diperoleh selama menuntut ilmu di pesantren dapat menjadi berkah dan bermanfaat, baik untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.
Kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan tradisional, tetapi juga mampu mengadaptasi teknologi dan metode pembelajaran modern dalam sistem pendidikannya. Dengan demikian, diharapkan para lulusan dari Madarijul Ulum dapat menjadi generasi yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi.
Dengan berakhirnya rangkaian Imtihan Wathoni 2025 ini, Pondok Pesantren Madarijul Ulum semakin optimis dalam mencetak kader-kader umat yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia, serta mampu berkontribusi bagi agama dan bangsa.
Informasi Berita
- Kategori: Berita
- Petugas: Admin
- Tanggal Upload: 28 January 2025
